MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK MENGGUNAKAN BAHAN AJAR DI SMP N I PARIANGAN (Arista Ratih)

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK MENGGUNAKAN BAHAN AJAR DI SMP N I PARIANGAN

Arista Ratih

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP YPM Bangko
aristaratih_akp05@yahoo.com

ABSTRAK

Pada era pembangunan ini pendidikan sangat memegang peranan penting. Dengan pendidikan akan diperoleh manusia yang cerdas dan mampu memenuhi tuntutan pembangunan. Berdasarkan tinjauan peneliti, masih banyak siswa yang tidak mendengarkan gurunya saat menjelaskan pelajaran, hal itu disebabkan konsentrasi siswa terganggu oleh temannya yang melakukan aktivitas selain belajar, misalnya ada siswa yang berbicara dengan siswa lainnya. Rendahnya aktivitas belajar siswa ini dapat terlihat saat proses belajar mengajar berlangsung. Salah satu metode yang dapat mengaktifkan siswa dan mampu membangun hubungan baik antara siswa dengan siswa dalam proses pembelajaran adalah diskusi kelompok dengan menggunakan bahan ajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII di SMP N I Pariangan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah sampel 24 orang. Instrumen penelitian ini adalah angket aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aktivitas dari siklus satu siklus I jumlah rata-rata siswa yang aktif saat diskusi 48,5 % dengan kriteria cukup, sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata 67,6 % (kriteria tinggi).


Kata kunci: Metode diskusi, bahan ajar, aktivitas siswa

Fulltext PDF

DAFTAR PUSTAKA

Alipandie, I. (1984). Didaktik Metodik Pendidikan Umum. Surabaya: Usaha Nasional.
Arikunto, Suharsimi. (1991). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bina Aksara.
Depdikbud. (1997).Pedoman Penyelenggaraan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Jakarta: Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP.
Depdikbud, (1995). Kurikulum SLTP 1994. Jakarta: Depdikbud.
Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti. (2006). Penjelasan Instrumen Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, Oemar. (2004). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Harjanto. (1997). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hasibuan, J.J. Moedjiono. (1988). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Remadja Karya.
Kasmadi, Hartono. (1991). Fungsi Pengamatan di Dalam Kelas oleh Guru. Semarang: IKIP.
Majid, Abdul. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosda-karya.
Nasution, S. (1995). Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Silberman, Melvin. 2006. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : Nusadiya dan Nuansa.
Slameto, (1991). Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester. Jakarta: Bina Aksara.
Soekartawi, Suhardjono, Hartono, T. dan Ansharullah, A. (1995). Meningkatkan Rancangan Instruksional (Instructional Design) untuk Memperbaiki Kualitas Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sriyono. (1982). Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: PT. Rineka Cipta.


>